begitupun dengan blog ini
Barusan saya iseng2 melihat2 posting2 lama saya di blog ini. Tak terasa ternyata sudah hampir 3 tahun saya ngendon di blog ini. Posting pertama saya di blog ini dibuat tanggal 14 Juni 2006, setelah sebelumnya sempat nge-blog di tempat lain selama beberapa bulan.
Bagi saya, membaca kembali blog ini dari awal hingga kini adalah sesuatu yang mengasyikkan. Saya bisa merasakan gaya bahasa saya sedikit berubah dari waktu ke waktu. Gaya postingan saya juga yang seperti berevolusi dari tulisan2 yang kebanyakan berhubungan dengan gadget, kemudian saya sempat sering sekali menulis posting singkat untuk menginformasikan sesuatu dan menaruh tautannya, lalu menjadi seperti sekarang yang tak jelas dan tak tentu kapan saya akan menulis. Saya bisa merasakan ritme atau mood saya dalam menulis selalu berubah setiap waktu. Lucunya lagi saya sering menemukan posting2 yang saya sendiri lupa pernah menuliskannya.
Seiring dengan penggunaan Twitter (dan Facebook), sedikit banyak frekuensi menulis saya di blog ini memang jadi terpengaruh. Untuk menulis informasi2 singkat dan menarik, misalnya, sekarang saya lebih banyak melakukannya dengan Twitter. Cepat, mudah dan langsung bisa terupdate juga di Facebook.
Waktu terus berjalan, dunia selalu berubah. Kehidupan kita pun selalu berganti2 warna. Begitupun dengan blog ini.
puding karamel à la kadarnya
Tadi malam, atas dukungan dan doa restu dari istri, saya akhirnya berhasil membuat sebuah puding yang saya beri judul Puding Karamel à la Kadarnya!!!…*nong neng nong neng*
Cara membuatnya sangat gampang dan cepat. Cocok untuk para lelaki kesepian mereka yang kemampuan masaknya hanya sekaliber memasak indomie dan telor ceplok seperti saya. Tapi sebenarnya resepnya ini saya dapatkan dari istri saya sih, saya tinggal mengikuti instruksi2nya. Istri saya kebetulan tidak bisa membuat sendiri puding ini karena harus menggendong Luna yang tadi malam agak sedikit rewel, mungkin karena sudah mengantuk.
Pertama2, siapkan dulu bahan2nya. Di sini ada 2 macam bahan, yaitu bahan untuk adonan utamanya dan bahan untuk membuat karamel.

Bahan2 untuk adonan utama:
- 2 sendok makan tepung maizena
- 125 gram gula pasir
- 5 butir telur ayam
- 1/2 sendok teh vanilla bubuk
- 500 ml susu cair
Bahan2 untuk pembuatan karamel:
- 175 gram gula pasir
- 1 sendok makan air jeruk lemon
- 2 sendok makan air tawar
Ihihihik…
Oke, sekarang cara membuatnya. Pertama2, larutkan tepung maizena dengan sedikit susu cair. Aduk hingga rata. Kemudian, campurkan 5 butir telur ayam dengan gula pasir lalu aduk hingga kira2 gula pasir sudah larut merata. Setelah itu, masukkan campuran tepung maizena ke dalam adonan telur dan gula pasir lalu aduk hingga rata. Bersamaan dengan itu, masukkan susu cair sedikit demi sedikit ke dalam adonan tersebut sambil terus diaduk. Jangan lupa masukkan juga bubuk vanilla-nya ya. Lakukan hingga tangan pegal.


Sekarang untuk membuat karamelnya. Panaskan wajan atau loyang di atas api yang kecil – sedang. Masukkan gula ke atas wajan yang sudah panas tadi. Tunggu hingga gula mencair dan warnanya berubah menjadi coklat bening.

Sementara menunggu karamelnya jadi, siapkan loyang anti panas yang ditempatkan di atas sebuah loyang atau wadah lain yang sudah diisi dengan air secukupnya. Jadi ceritanya nanti adonan tadi akan dikukus di dalam oven. Pastikan airnya jangan terlalu sedikit ya.
Nah, begitu karamelnya jadi, masukkan campuran jeruk dan air putih tawar ke dalam wajan. Aduk hingga rata. Nah, untuk menjaga supaya karamelnya tidak mengeras, sebaiknya wajan tetap dijaga agar panas. Selagi masih cair, adonan karamel tadi kita siramkan perlahan2 ke dasar loyang yang akan digunakan untuk mengukus.
Setelah seluruh karamel sudah tersiram merata di loyang, maka masukkan adonan bahan utama tadi (telur, susu, gula pasir) di atas siraman karamel. Kemudian, masukkan loyang tersebut (beserta wadah di bawahnya yang berisi air) ke dalam oven. Oven dipanaskan pada suku 180 derajat Celcius (atau 365 derajat Fahrenheit). Tunggu kira2 45 menit – 1 jam.
Kalau sudah, puding diangkat dari oven dan dinginkan dahulu di suhu luar. Kalau sudah agak dingin, silakan simpan di kulkas supaya nanti kalau disantap lebih segar, nikmat dan asoy.
Oh iya, tadi malam saya melakukan blunder ketika memanggang adonan tersebut. Saya pikir oven akan mati sendiri setelah jangka waktu yang ditentukan habis. Eh, ternyata ovennya harus dimatikan juga. Jadilah puding itu agak gosong di bagian atasnya dan akibatnya lapisan atasnya terlalu mengembang. Begitu sudah dingin, lapisan atas tadi kempes dan berkeriput.


Walau tampangnya agak menyeramkan seperti itu, tapi rasanya dijamin enak deh. Istri saya saja sudah dari tadi makan puding ini sampai hampir ludes satu loyang.
pemilihan presiden satu kali saja
Rupanya partai2 politik memang bekerja cepat usai pemilu legislatif dilaksanakan. Kontak mengontak dan saling mengunjungi sudah mulai dilakukan. Tujuannya jelas, yaitu membentuk bangunan kerjasama dalam menyambut pemilihan presiden yang kurang lebih 2 bulan lagi akan dilaksanakan.
Jusuf Kalla dan Partai Golkar-nya yang tadinya percaya diri akan mengusung calon presiden sendiri, kini mulai goyah dan gamang. Gara2 perolehan suara yang seret, gelagat untuk mengurungkan niat dalam mendukung capres dari kader Golkar sendiri makin kentara.
Mereka mencoba realistis, tak mungkin maju melawan SBY dengan perolehan Partai Demokrat yang demikian moncernya. Tadinya Jusuf Kalla digadang2 bakal menjadi pesaing Susilo Bambang Yudhoyono dalam pilpres mendatang, namun kini beberapa penggede partai pohon beringin tersebut malah mengisyaratkan akan ‘rujuk’ kembali kembali dengan SBY dan Partai Demokrat. Bahkan, ada beberapa pihak yang berucap bahwa duet SBY – JK itu sangat mungkin diwujudkan kembali untuk memimpin bangsa ini 5 tahun ke depan.
Sebagai partai yang sudah puluhan tahun menguasai negara ini, rasanya akan sulit bagi Golkar untuk menjadi oposisi di parlemen. Dan saat ini Golkar melihat bahwa kans SBY untuk menjadi presiden kembali sangat besar. Itu sebabnya kecenderungan Golkar adalah merapat ke SBY, bukan ke PDI-P.
Partai2 lain yang semakin jelas merapat ke Partai Demokrat adalah PKS dan PPP. Sedangkan PAN dan PKB saya belum dengar kabar2nya akan merapat ke mana. Kemungkinan besar akan mengikuti jejak PKS dan PPP. Kalau ini terjadi, artinya bisa dibilang kalau pencalonan SBY telah didukung separuh dari partai2 yang (kemungkinan besar) lolos ke senayan.
Di kubu lain, PDI-P sampai saat ini masih keukeu akan mengusung Megawati sebagai calon presiden. Saat ini, Wiranto dan Partai Hanura kelihatannya akan merapat ke kubu Megawati. Begitu pula dengan Prabowo serta Partai Gerindra-nya. Walaupun ujung2nya belum dapat dipastikan siapakah yang akan dicalonkan sebagai capres: tetap Megawati atau ada calon alternatif lain, namun koalisi ketiga partai itu sangat feasible dan lebih nyambung chemistry-nya. Ketiganya sama2 partai yang saat ini lebih pas menjadi oposisi di parlemen maupun terhadap pemerintahan.
Kalau benar skenario di atas terjadi, artinya hanya akan ada 2 pasangan calon presiden dan wakil presiden saja yang akan bertarung di laga pemilihan presiden bulan Juni mendatang. Dan itu artinya bangsa ini hanya butuh satu tahap saja untuk memilih pemimpin negeri ini untuk 5 tahun ke depan.
setelah hasil pemilu legislatif, siapa saja yang akan maju jadi capres?
Hasil pemilu legislatif memang belum resmi diumumkan oleh KPU, tapi dari berbagai macam Quick Count yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei, kelihatannya ramalan saya tentang partai politik pemenang pemilu tidaklah sepenuhnya benar. :D
Hampir pasti Partai Demokrat yang dimotori pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal bertengger di urutan pertama dengan meraup lebih dari 20% suara. Disusul oleh Golkar atau PDI-P. Selebihnya, jatah kursi di DPR mungkin hanya akan diperebutkan oleh 5 atau 6 partai kelas menengah seperti PKS, PPP, PAN, PKB, Hanura dan Gerindra.

Gambar diambil tanpa ijin dari www.andaka.com.
Sisanya partai2 gurem akan terkubur karena tak mampu melewati batas Parliamentary Threshold (PT) sebesar 2.5% suara. Semoga mereka bertobat dan ke laut saja kembali ke jalan yang benar sehingga tidak membuat partai lagi untuk pemilu 5 tahun yang akan datang.
Hal berikutnya yang ditunggu oleh seluruh bangsa Indonesia tentu saja adalah pertarungan untuk meraih kursi kepresidenan. Pencalonan SBY hampir pasti akan berlangsung mulus karena perolehan Partai Demokrat (PD) sudah sangat cukup untuk menyokongnya maju sebagai capres. Hampir bisa diprediksi bahwa akan ada 1 – 2 partai yang akan merapat ke Partai Demokrat untuk bersama2 mendukung pencalonan SBY sebagai presiden.
Sebaliknya calon2 presiden lainnya seperti Megawati, Jusuf Kalla, Prabowo dan lain2 masih harus melewati komunikasi, lobi2 dan tawar menawar antar-partai karena selain Partai Demokrat, menurut hasil Quick Count, tidak ada partai yang bisa mengusung calon presidennya sendirian tanpa koalisi.
Pencalonan Megawati sepertinya benar2 akan menghadapi jalan yang terjal dan berliku akibat perolehan suara PDI-P yang mengecewakan. Untuk berkoalisi dengan PD rasanya tidak mungkin, karena untuk partai sepongah dan sesombong PDI-P, rasanya menjilat ludah sendiri adalah haram hukumnya. Seperti yang kita ketahui, ibu Megawati yang agung itu untuk melihat muka SBY pun rasanya sudah tak mau, apalagi untuk berkoalisi. Dasar orang pendendam tak tahu malu!
Berkoalisi dengan Golkar pun kelihatannya sulit, karena posisi PDI-P dan Golkar sama2 kuat. Artinya, kedua partai itu bakal sama2 ngotot akan mencalonkan orangnya sebagai presiden, bukan wakil presiden. Sukar dibayangkan ada yang mau mengalah. Maka pilihan PDI-P mungkin akan ke partai2 kelas menengah yang basisnya juga nasionalis sekuler, seperti Gerindra atau Hanura. Selain itu, chemistry kedua partai baru itu tidak akan cocok dengan Golkar karena orang2 kedua partai tersebut adalah sempalan atau barisan sakit hati yang berasal dari Partai Golkar.
Partai Golkar pun akan menghadapi masalah yang sama dengan PDI-P. Tapi kelihatannya Partai Golkar akan merapatkan barisan dengan PPP ataupun PKB. Sedikit lobi bisa menarik PAN dalam barisan yang dibangun Golkar. Kalau PKS kelihatannya lebih condong ke Partai Demokrat.
Dari gambaran situasi seperti di atas, saya lebih bisa membayangkan bahwa jumlah pasangan calon presiden dan wapres yang akan bertarung pada ajang pemilihan presiden mendatang hanya 3 saja. Yang pertama tentu saja Susilo Bambang Yudhoyono serta wakilnya yang diusung PD dan PKS. Yang kedua pasangan capres/cawapres dari kubu PDI-P, Gerindra dan Hanura. Yang ketiga adalah pasangan yang disokong oleh Partai Golkar, PPP, PKB dan PAN.
today is wednesday
Updates from me:
- My wife and I will not vote for the legislative election tomorrow. Not because we want to be ‘Golput’, but simply because we are not registered as voters in our neighborhood. If I could vote, I would vote for Partai Keadilan Sejahtera or PKS.
- I think this very long weekend is a good idea to boost productivity. Imagine if we only had to work for 3 days and got a 4-day off afterward, the world would be a better place to live in.
- I am looking for a guitar player. Yes, me trying to form a band and I have a vocalist already. I think a keyboard player will be a good addition to the band, but not as a core member.
- Most people tend to deny others’ accomplishments and exaggerate or blow up others’ mistakes. Yeah, this shit happens to me all the time.
- Now Blackberry has the Blackberry App World, similar to the Apple App Store. Coming up: Palm App Store (or WebOS App Store) or Nokia App Store?
partai politik pemenang pemilu 2009
Berdasarkan mimpi saya tadi malam, urutan 5 besar partai politik pemenang pemilu 2009 ini adalah:
- Partai Golkar
- Partai Demokrat
- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)
- Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
- Partai Gerindra
Hanya waktu yang bisa menjawab apakah mimpi saya ini memang sebuah wangsit atau sekedar bunga tidur.














